Instalasi Penerangan
Dasar-Dasar Kelistrikan
Arus, Tegangan, dan Hambatan Listrik
Untuk memahami instalasi penerangan, kita harus mengenal tiga besaran listrik dasar:
1. Arus Listrik (I)
Arus listrik adalah aliran muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui penghantar. Satuan arus listrik adalah Ampere (A).
- Arus mengalir dari potensial tinggi (+) ke potensial rendah (-) secara konvensional
- Aliran elektron sebenarnya berlawanan arah
- Diukur menggunakan Amperemeter yang dipasang seri
2. Tegangan Listrik (V)
Tegangan listrik adalah beda potensial antara dua titik yang menyebabkan arus mengalir. Satuan tegangan adalah Volt (V).
- Tegangan rumah tangga di Indonesia: 220 Volt AC
- Frekuensi listrik PLN: 50 Hz
- Diukur menggunakan Voltmeter yang dipasang paralel
3. Hambatan Listrik (R)
Hambatan listrik adalah kemampuan suatu bahan untuk menahan aliran arus listrik. Satuan hambatan adalah Ohm (Ω).
- Konduktor — hambatan kecil (tembaga, aluminium)
- Isolator — hambatan sangat besar (karet, plastik, kaca)
- Semikonduktor — hambatan sedang (silikon, germanium)
Analogi sederhana: Bayangkan air mengalir di pipa. Tegangan = tekanan air, Arus = debit air, Hambatan = ukuran pipa. Pipa kecil (hambatan besar) membuat air (arus) sulit mengalir.
Video Pembelajaran